01/01/13

Tahun Baru





Tahun Baru
Kejadian 12:1-9

Hari ini adalah hari yang baru bagi kita di tahun 2013 ini. Nas kita pun berbicara tentang tanggal pertama dan bulan pertama, tahun pertama bagi bangsa Israel. Menurut kitab Kejadian, orang Israel menghabiskan masa waktu 400 tahun di Mesir, demikianlah sabda Tuhan. Kel 15:13. Sebuah pertanyaan perlu diajukan: mengapa masa waktu selama 400 tahun itu tidak dihitung dalam Alkitab, pada hal itu adalah firman Allah? menurut hemak saya secara pribadi, alasannya ialah: dalam masa waktu yang panjang itu, tidak ada persekutuan bangsa Israel dengan Allah mereka. Bahkan tatkala Musa bertanya siapa nama Allah. hal ini menandakan, selama kurun waktu 400 tahun itu tidak ada ibadah kepada Allah diadakan orang Israel di Mesir. Catatan tentang hal ini pun memang tidak ada.

Dari fakta itu, saya menetapkan di dalam hati, segala sesuatu yang dicatat Allah dalam kehidupan kita ialah: segala perbuatan yang kita lakukan dalam persekutuan dengan Dia. Orang Israel berjalan dengan Tuhan sejak mereka keluar dari Mesir. Demikian juga dengan perjalanan hidup kita. Paulus mengatakan dalam surat Kolose: “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita” Kol 3:17.

Fakta yang kedua dari nas kita ini yang jadi bahan renungan bagi kita ialah: perjalanan mereka bersama dengan Allah dimulai dengan makan daging domba paskah. Domba Paskah ini berbicara tentang keselamatan. Orang yang telah mendapatkan keselamatanlah yang akan berjalan bersama dengan Tuhan. Kita taruh di dalam hati kita fakta ini. Seluruh orang Israel yang berangkat keluar dari Mesir adalaah orang yang sudah memakan daging domba paskah. Bagi kita daging domba paskah kita ialah “Daging dan Darah Tuhan Yesus Kristus”.

Kita catat lagi tentang domba paskah itu. Domba paskah itu diperuntukkan bagi keluarga. Bagi Yahudi, perayaan paskah adalah perayaan keluarga. Karena domba paskah berbicara tentang keselamatan, maka keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita adalah keselamatan. Paulus menekankan hal ini: “Percayalah kepada Tuhan Yesus, engkau akan selamat, engkau dengan seisi rumahmu” Kisah 16:31.

Orang Israel yang berjalan dengan Tuhan di hari pertama dan bulan pertama itu berjalan dalam rombongan. Ini dapat kita buat sebagai satu analogi bagi kita. Pada tahun yang ada di hadapan kita ini, kita juga akan berjalan bersama dengan rombongan. Sebuah pertanyaan perlu diajukan kepada kita, siapa saja anggota dalam rombogan kita? Jika kita berjalan dalam rombongan, maka satu hal yang pasti kita perhatikan ialah: tidak boleh ada yang ketinggalan. Bila perlu, perjalanan bisa dihentikan sementara, dalam rangka menantikan orang yang belakangan bergabung dengan kita.

Sayang, roh zaman ini telah mengajarkan kepada kita persaingan antar pribadi yang ketat. Kita tidak lagi memikirkan orang lain, melainkan diri sendiri. Kita telah diajar untuk mengejar cita-cita pribadi, bahkan bila perlu orang lain bisa dijatuhkan. Kita dapat meraih sukses besar bagi diri sendiri di dunia ini. Tetapi cara hidup seperti itu tidak bijaksana menurut firman Allah. hidup yang bijaksana ialah: berjalan bersama dengan Tuhan dalam rombongan-Nya.

Hari ini adalah hari baru bagi kita di tahun ini. Hari ini kepada kita diingatkan agar kita berjalan dalam rombongan yang dipimpin oleh Allah sendiri. jika di tahun yang lalu kita berjalan sendirian, maka kita harus bertobat dan berpaling dari jalan seperti itu, serta masuk ke dalam rombongan anak anak Allah. Syair nyanyian Kidung Jemaat ini pun menyuarakannya: Hai, jangan sendirian jalanmu kau tempuh: bebanmu jadi ringan bersama Tuhanmu! Jikalau kau bersusah dan berkeluh-kesah hai, pikullah semua bersamaNya! Hai, pikullah semua bersamaNya!

Kita sejenak menyoroti persekutuan di sekitar meja dimana daging domba paskah itu dimakan. Sudah kita bicarakan di atas, mereka yang berkumpul itu adalah satu keluarga. Kita yang berangkat di dalam rombongan berjalan bersama dengan Tuhan adalah juga merupakan satu keluarga. Keluarga yang dipersatukan oleh darah dan daging domba paskah.

Makan bersama dalam pemahaman orang Yahudi sangat sakral. Tidak sembarang orang dapat makan bersama. Hanya mereka yang sederajatlah yang dapat makan bersama. Sebab makan bersama berarti memiliki mutu kehidupan yang sama. Fakta yang paling jelas bagi kita bahwa kita makan bersama dengan Tuhan Yesus ialah melalui Pejamuan Kudus. Orang-orang yang berjalan bersama rombongan Tuhan ialah mereka yang memiliki kwalitas hidup yang sama, yakni hidup yang kekal, karena hidup Yesus adalah hidup yang kekal.

Masih tentang domba paskah. Allah sendiri yang menentukan kriteria dari domba paskah tersebut. ditentukan umur domba itu satu tahun, jantan dan tidak bercela. Keselamatan umat manusia, Tuhan yang menentukannya. Domba itu harus jantan. Bagi orang Yahudi jantan memiliki makna tersendiri. Jantan menunjuk kepada sebuah pengalaman yang bersifat obyektif. Kita tahu bersama, kata obyetif menunjuk kepada sebuah pengalaman yang berada di luar pengalaman kita. Keselamatan tidak harus dialami dalam sisi subyektif, pengalaman yang dapat dinikmati dalam hati kita sendiri. itulah keselamatan yang diberikan Allah kepada umat-Nya. Tidak semua orang yang makan daging domba paskah itu mengerti makna dari makan bersama yang mereka nikmati. Tetapi mereka semua berada dalam naungan keselamatan yang dikaruniakan Tuhan kepada mereka.

Kita baru menjalani tahun 2013 ini hanya dalam kurun waktu jam. Di depan masih ada hari hari yang panjang sebanyak 364 hari lagi. Semuanya itu tidak kita ketahui apa yang akan terjadi di sana. Namun karena kita berjalan bersama dengan Allah, maka proteksi surga akan menaungi kita. Sama seperti orang Israel di perjalanan dinaungi tiang awan di siang hari dan malam hari dengan tiang api sehingga mereka terlindung dari panas dan dingin. Kita pun akan mengalami hal yang sama.

Berjalanlah dengan Tuhan di tahun 2013 ini. Selamat menikmati perjalanan dengan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...