22/10/20

Rumah Allah

 Rumah Allah

Ibrani 3:6

Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Penulis surat Ibrani mengatakan dalam suratnya ini, bahwa Yesus lebih besar dari Musa. Pada zaman para rasul masih hidup, orang Yahudi meninggikan Musa. Para ahli Taurat dan orang Farisi mengatakan bahwa mereka adalah murid Musa. Kepada orang itu penulis surat Ibrani mau mengatakan bahwa Yesus lebih besar dari Musa. Dipadang gurun Musa mendirikan kemah pertemuan yang disebut penulis surat Ibrani ini sebagai rumah Allah. Tetapi disainernya adalah Allah sendiri. Alkitab mengatakan bahwa Musa setia di segenap rumah Allah. Yesus pun disebut setia kepada Allh untuk melakukan kehendakNya.

Jika Musa menjaga rumah Allah di padang gurun yang terbuat dari barang materi, Yesus setia mengepalai rumah Allh yang bukan secara fisik, tetapi secara rohani, yakni gerejaNya. Gereja bukanlah gedungnya, melainkan orangnya. Gereja itu adalah persekutuan orang-orang kudus. Mereka telah ditebus oleh Kristus dengan darahNya yang kudus dan sangat mahal. Dengan darah itu kita dikuduskan. Yesus setia mengepalai gereja agar tetap kudus dan tak bercacat cela di hadapan Allah.

Jemaat yang menerima surat ini adalah orang Yahudi yang sudah Kristen, tetapi oleh karena penderitaan karena imannya kepada Kristus, mereka tergoda untuk kembali ke agama Yahudi mereka yang dulu. Itulah sebabnya penulis surat Ibrani ini mengatakan syarat yang harus dipenuhi orang percaya, agar Yesus terus setia mengepalai rumah Allah yakni gereja. Syarat itu ialah teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang dimegahkan orang percaya. Dengan firman ini diharapkan orang Yahudi ini akan tetap di dalam pengharapan yang ada dalam Yesus Kristus.

Bukan hanya orang Yahudi itu yang harus berpegang teguh, tetapi kita pun harus berpegang teguh pada kepercayaan dan pengharapan yang ada di dalam Kristus.Kita percaya bahwa kita adalah anak Allah yang sudah ditebus dari kuasa dosa. Saya teringat nyanyian HKBP yang berbunyi: Naung sae do dosami ale di garar Tuhan Yesus i, naeng sae, naung sae, naung sae do dosami. Dosa kita telah diselesaikan. Itulah kepercayaan kita. Dengan kepercayaan itu kita punya pengharapan akan diterima di surga sebagai anak Allah. Kita berpegang teguh pada kepercayaan dan pengharapan yang kokoh.

Kita seyogianya bermegah dengan kepercayaan bahwa dosa kita telah diselesaikan di Bukit Golgatha, melalui salib Kristus. Kita juga bermegah dengan pengharapan akan mendapat kemuliaan Allah. BerbicR tentang kemuliaan Tuhan para serafim di surga menyerukan bumi penuh kemuliaan Tuhan. Para malaikat itu melihat kemuliaan Tuhan, namun mata kita tidak melihat kemuliaan Tuhan itu di bumi yang kita tinggali ini.Oleh karena itu terlintas di benak ini syair lagu dalam bahasa Inggris: Open our eyes Lord we want to see Jesus. To reach and touch Him, and say that we love Him. Celikkan mata kami Tuhan, kami ingin melihat Yesusmeraih Dia dan menyentuhnya, dan menyerukan kami mengasihi Dia. Jika mata kita dibukakan, maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan yang ada di sekitar kita. Sudahkah saudara melihat kemuliaan Tuhan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...