15/05/17

Membenarkan




Membenarkan

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?
Lukas 18:7a

Setting nas kita ialah kisah seorang janda yang berhadapan dengan seorang hakim yang tidak takut akan Allah. Sang janda menuntuk agar perkaranya dibenarkan oleh hakim. Sang janda selalu tekun mendatangi hakim tersebut. Pada akhirnya hakim tersebut membenarkan janda tersebut. Sebagai kesimpulan Tuhan Yesus mengungkapkan apa yang disuarakan di dalam nas renungan kita pada pagi hari ini. Jika hakim yang tidak takut akan Allah mampu membenarkan orang lain, bagaimana mungkin Allah yang Maha Kasih, tidak bertindak untuk membenarkan orang pilihan-Nya yang berseru siang malan ke hadapan tahta kasih karunia-Nya. Ia akan membenarkan mereka.

Kata membenarkan dalam bahasa Yunani adalah sebuah kata yang dapat diterjemahkan menjadi membalaskan. Ada anak Allah yang berseru-seru siang dan malam, oleh karena ia berada di dalam kesesakan. Ia berada dalam tekanan yang disebabkan musuh musuhnya. Musuh di sini tidaklah selalu dalam bentuk orang. Tetapi musuh itu bisa saja pergumulan hidup dan kesukaran lain yang kita hadapi. Allah akan bertindak untuk membenarkan kita. Itu berarti Allah akan membalaskan kepada para musuh yang kita hadapi. Pembalasan itu bisa dalam bentuk dikeluarkannya kita dari pergumulan tersebut.

Kisah berikut ini membekas di dalam hati. Ada seorang ibu yang sudah menjanda dengan beberapa anak. Mereka adalah orang miskin, tetapi setia mengikut Tuhan. Anaknya yang paling sulung bekerja sebagai sopir opelet. Anak tersebut sakit dan tidak punya uang untuk berobat ke dokter. Karena anak itu sakit maka tidak ada uang untuk membeli makanan. Anak anak sudah menangis karena lapar.

Si ibu mengumpulkan anak anaknya dan mengajak mereka berdoa untuk memuji Tuhan, karena Ia baik. Anaknya yang masih remaja protes dengan mengatakan: jika Allah itu baik, mengapa Ia membiarkan kakak sakit, sehingga kita tidak punya uang untuk membeli makanan. Ibu itu merangkul anak tersebut dan berkata: nak Tuhan itu baik, engkau akan melihatnya kelak. Lalu ia merangkul seluruh anak anaknya dan berdoa untuk bersyukur karena Tuhan itu baik.

Setelah selesai berdoa, ibu itu berkata kepada anaknya yang protes tasi. Nak ada orang yang mengetuk pintu. Bukakan pintu itu dan lihatlah malaikat Tuhan datang. Anak itu pun bergegas membuka pintu. Ia berhadapan dengan seorang pria. Pria tersebut mengatakan: Tuhan memerintahkan saya untuk memberikan amplop ini kepada pengisi rumah ini. Ia menyerahkan amplop itu kepada anak tersebut dan ia pun pergi. Amplop itu berisi sejumlah uang yang dapat memenuhi kebutuhan mereka selama satu bulan.

Ibu itu dibenarkan Allah dalam pergumulannya. Allah membalaskan kesetiaan ibu itu untuk berseru kepada Allahnya. Anak anaknya pun melihat iman ibunya dan belajar beriman kepada Allah seperti ibunya. Jika Allah dapat berbuat kepada sang janda itu tindakan untuk membenarkan, maka Ia pun dapat berbuat hal yang sama kepada saudara dan saya. Berserulah kepada Tuhan, maka saudara dan saya pun akan diselamatkan. Cf Joel 2:32 dan Rom 10:13.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...