04/05/17

Murah Hati




Murah Hati

janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu,
Ulangan 15:7b

  Allah Israel adalah Allah yang murah hati. Hal itu dibuktikan dengan mendengar jeritan bangsa itu yang berada dalam perbudakan. Allah Israel mengutus hamba-Nya Musa untuk memimpin bangsa itu keluar dari Mesir dan dituntun ke Tanah Kanaan. Musa berkata bahwa bangsa itu dipelihara Tuhan selama empat puluh tahun di padang gurun. Pada masa itu, pakaian yang dipakai orang Israel tidak menjadi buruk, kaki mereka tidak menjadi bengkak selama empat puluh tahun, mereka makan manna yang tidak dikenal nenek moyang mereka. Hal ini dituturkan Musa dalam Ulangan 8:1-10.

Selama empat puluh tahun orang Israel mengalami kemurahan Tuhan, mereka tidak melakukan apa pun untuk mencari nafkah. Semua kebutuhan mereka disediakan Allah. Musa berharap agar orang Israel memahami hal itu dengan benar. Itu pun dijadikan sebagai dasar untuk bertindak hal yang sama kepada sesama mereka. Nas kita mengajak untuk tidak mengeraskan hati terhadap sesama yang miskin. Musa mengatakan agar mereka tidak menegarkan hati, sehingga tidak membukakan tangan untuk menolong sesama yang berada di dalam kemiskinan. Mereka sudah mengalami kemurahan hati, maka sangat wajar mereka pun memberikan kemurahan hati kepada sesama yang mengalami kemiskinan.

Ada satu pemahaman yang kental di kalangan orang Yahudi, yakni: bapa tinggal di dalam anak dan anak tinggal di dalam bapa. Pengalaman orang Israel di padang gurun dipercaya, orang Yahudi di generasi setelah padang gurun hingga di zaman sekarang dan yang akan datang, turut ambil bagian di dalam pengalaman nenek moyang mereka di padang gurun. Oleh karena itu, mereka pun mengakui bahwa mereka sudah mengalami kemurahan hati.

Itu menjadi pelajaran berharga bagi kita. Kita turut ambil bagian di dalam pengalaman orang percaya di masa dahulu kala. Orang percaya mengalami pencurahan Roh Kudus di Yerusalem ribuan tahun yang lalu. Karena kita memiliki iman yang sama kepada Tuhan Yesus, maka kita pun turut ambil bagian di dalam pencurahan Roh Kudus itu. Kita juga mengalami kemurahan Tuhan, dengan pengampunan dosa. Injil pun menuntut kita untuk murah hati.

Injil mengajarkan kepada kita, bahwa kita orang percaya adalah sesama anggota dari tubuh Kristus. Oleh karena itu, kita harus melihat orang lain sebagai bagian diri kita sendiri. Orang lain itu adalah diri kita dalam wujud yang lain. Oleh karena itu adalah sangat tidak wajar jika kita melihat diri kita yang lain berada di dalam kemiskinan, tetapi kita menutup tangan dan tidak menolong dia.

Musa berkata kepada orang Israel agar memperlakukan orang asing yang miskin di antara mereka. Alasannya ialah: engkau adalah orang asing dulunya di Mesir. Allah telah bertindak memberikan kepadmu kemurahan, maka bermurah hatilah kepada orang asing. Allah telah bermurah hati kepada kita, oleh karena itu haruslah kita menunjukkan kemurahan hati kepada orang lain. Itulah tanda dari orang beriman kepada Kristus Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...