28/06/17

Buah BIbir



Buah Bibir

Aku menjadi buah bibir orang-orang yang duduk di pintu gerbang, dengan kecapi peminum-peminum menyanyi tentang aku.
Mazmur 69:13

Pengalaman orang percaya sungguh sangat banyak di dalam pergumulan. Berjalan dengan Tuhan bukan berarti, seluruh persoalan menjadi beres. Malah ada orang yang mengatakan: semakin setia mengikut Tuhan, maka persoalan semakin menumpuk. Pemazmur pun di dalam nas kita, mengalami pergumulan yang hampir menenggelamkan jiwanya. Nas kita menggambarkan salah satu permasalahan yang dihadapinya. Tatkala pemazmur berjalan lewat dari pintu gerbang, maka orang yang sedang berada di pintu gerbang itu, melupakan sejenah persoalan mereka, lalu mempergunjingkan si pemazmur.

Ada pepatah orang Batak yang mengatakan dalam bahasa Indonesia: orang Batak adalah orang yang menendang orang yang jatuh, tetapi menarik orang yang sudah berdiri. Artinya orang Batak suka membicarakan orang yang sudah jatuh ke dalam masalah, tetapi menegakkan orang yang sudah berdiri. Kita sangat suka akan gossip. Orang yang ada di pintu gerbang itu dengan kegiatannya sehari-hari untuk sejenak, oleh karena melihat sipemazmur yang ada di dalam permasalahan hanya untuk membicarakannya.

Namun satu hal yang pasti ialah: orang yang bersama dengan Tuhan, tidak pernah ditinggalkan. Ada banyak pergumulan, memang benar. Tetapi semua pergumulan itu membawa orang percaya  semakin dekat dengan Allah. Ada seorang pendeta menikah dan sungguh berharap Tuhan akan mengaruniakan kepadanya seorang putera. Ia adalah anak tunggal. Setelah bergumul beberapa tahun ia dikaruniakan anak. Pendeta itu menunggu cukup lama. Anak itu pun bertambah besar hingga mencapai usia 12 tahun.

Setelah usianya 12 tahun, anak itu pun jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal dunia. Si pendeta itu menguburkan anaknya. Dalam acara penguburan itu si pendeta berkata: Tuhan aku sudah menunggu kelahiran anak ini bertahun tahun lamanya. Membesarkannya dua belas tahun lamanya. Tetapi sesudah menghabiskan waktu yang begitu lama, engkau mengambilnya dari saya. Aku tidak  mengerti. Namun aku tetap percaya kepadamu. Tidak ada protes di  hati pendeta itu, walau pun dia sangat kecewa.

Kisah tidak berakhir di sana. Pendeta itu mendapatkan sebuah penugasan dari Allah untuk membuat panti asuhan, yang mengasuh anak yatim piatu. Ia mencurhkan perhatiannya bukan hanya terhadap satu orang anak, tetapi terhadap banyak anak. Itulah salah satu pengalaman orang percaya. Ia tidak mengerti mengapa Allah membiarkan dia punya persoalan, namun ia tidak kehilangan iman percayanya terhadap Allah yang membuat dia mengalami pergumulan hidup itu. Benarlah apa yang disuarakan Allah melalui nabi Yeremia: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yer 29:11.

Akhir dari Mazmur bacaan kita pada pagi hari ini, mengatakan bahwa pemazmur memuji Tuhan dalam ayat 31. Bahkan orang yang mencintai keselamatan akan bergirang hati karena pertolongan Tuhan atas pergumulannya. Tuhan membiarkan kita berada di dalam pergumulan, supaya kita dihiburkannya. Sementara penghiburan yang kita terima, tidak hanya berlaku untuk diri kita semata-mata. Penghiburan itu juga berlaku untuk orang banyak. Mereka terhibur karena tahu kita mengalami pergumulan dan dapat penghiburan. Tentang hal ini rasul Paulus adalah saksi kita. Paulus berkata: “Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.” II Kor 1:6.

Jadi terimalah apa pun yang dirancang Allah buat kehidupan kita, entahkah hal itu penderitaan, sebab Ia merancang sesuatu yang indah bagi kita di balik dari semua persoalan yang diperkenankannya terjadi terhadap kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...