26/06/17

Ingat


Selasa 27 Juni 2017

Ingat

Ingatlah semuanya ini, hai Yakub, sebab engkaulah hamba-Ku, hai Israel. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hamba-Ku; hai Israel, engkau tidak Kulupakan.
Yesaya 44:21

Menurut ajaran Martin Luther, Allah tinggal di dalam ingatannya. Setiap kali teringat akan hadirat Allah, ia berjumpa dengan Allah yang dipercayainya di dalam ingatan tersebut. Jika orang lupa pada Tuhannya, maka tidak ada lagi akses bagi mereka untuk berjumpa dengan Allahnya. Itulah sebabnya Allah sendiri, melalui Nabi Yesaya menyerukan agar bangsa itu, mengingat Allahnya Yahweh. Hal ini dibicarakan Nabi Yesaya, pada waktu ia menjelaskan keberadaan dari sebuah patung. Sekali pun orang mengingat akan patung, patung itu tidak dapat berbuat apa pun bagi mereka yang memujanya. Lain dengan Allah. Allah hadir di dalam diri bangsa itu, terlihat hal itu sangat jelas dengan hadirnya Nabi Yahweh di tengah tengah bangsa itu.

Bangsa Israel memahami ajaran yang mengatakan bahwa seorang untuk semua, dan semua untuk satu orang. Kehadiran seorang nabi di kalangan orang Yahudi, menandakan bahwa bangsa Yahudi yang diwakili nabi itu adalah bukti dari keabsahan bangsa itu sebagai hamba Allah. Bagaimana perilaku dan perjalanan hidupnya dibentuk Allah menjadi sebuah pelajaran bagi bangsa itu. Allah pun tidak pernah melupakan seorang hamba-Nya. Itulah pelajaran yang berharga bagi bangsa itu, yang seharusnya dipahami dan dilaksanakan.

Salah satu fungsi dari mengingat ialah: menghadirkan masa dahulu ke dalam masa sekarang. Untuk membuat itu lebih nyata, maka dibuatkanlah sebuah upacara. Hal ini sangat jelas di dalam salah satu acara nasional di negara kita, yakni memperingati detik detik proklamasi. Acara itu diadakan di dalam rangka menghadirkan suasana pada hari kemerdekaan Indonesia di tanggal 17 Agustus 1945. Dengan diselenggarakan acara itu, orang yang turut merayakan acara itu, dilibatkan dalam suasana pelaksanaan acara tersebut.

Kehadiran Allah pun dapat dibuat menjadi sesuatu yang nyata melalui kebaktian, atau ibadah formal. Tuhan Yesus mengatakan: dimana dua atau tiga orang berkumpul di dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. Tatkala ibadah dilakukan dan orang yang melaksanakan ibadah itu mengingat akan Allahnya, maka perjumpaan dengan Allah pun dimungkinkan. Orang yang beribadah itu pun sadar akan perjumpaan dengan Allah yang mereka sembah.

Salah satu yang perlu kita renungkan dari nas kita ini ialah: pernyataan Allah tentang keberadaan bangsa Israel. Pertama tama, Allah menyatakan bahwa Israel adalah  hamba Allah. Ungkapan ini tentunya dari bunyi perjanjian Allah dengan bangsa itu. Ada pun bunyi dari perjanjian Allah dengan bangsa itu ialah: Yahweh adalah Allah bagi bangsa Israel, dan Israel adalah umat bagi Yahweh. Kata umat di sini diganti dengan hamba. Relasi Allah dengan Israel di dasarkan pada perjanjian.

Hal yang sama pun berlaku bagi kita. Relasi kita dengan Allah tidak lagi relasi tuan dan hamba, tetapi relasi kita adalah Bapa dan anak. Hal itu dimungkinkan oleh karya Yesus Kristus. Yesus sendiri telah mengatakan kepada para murid: Aku pergi kepada Allahku dan Allahmu dan kepada Bapa-Ku dan bapamu. Relasi kita dengan Allah sudah didasarkan atas relasi Allah dengan Tuhan Yesus.

Allah tidak hanya menyatakan bahwa relasi-Nya sebagai Bapa  bagi kita. Nas kita pun mengatakan bahwa Allah membentuk orang yang dijadikan-Nya anak-Nya. Allah berkarya di dalam diri kita, untuk membentuk kita menjadi serupa dengan Kristus. Kita tahu bahwa Allah tidak pernah gagal di dalam berkarya. Rencana-Nya untuk membentuk kita menjadi serupa dengan Kristus, itulah sesuatu yang pasti. Cf Rom 8:29.

Catatan tarakhir dari nas kita yang perlu kita renungkan ialah: Allah tidak akan pernah melupakan. Lupa adalah lawan dari kata ingat. Jika kata ingat bertugas untuk menghadirkan Allah dalam kehidupan. Maka kata lupa menunjuk kepada hilangnya sebuah eksistensi di dalam ruang lingkup hidup kita. Menarik untuk disimak, Allah mengatakan bahwa tidak mungkin Ia untuk melupakan kita dari hadirat-Nya. Kita pasti senantiasa ada di hadirat-Nya. Apa pun yang terjadi di dalam hidup kita, Allah tidak akan pernah menghapus kita dari ingatannya. Bahkan di dalam masa kita telah meninggal dunia sekali pun, allalh tidak akan pernah menghapus kita dari ingatannya. Sebab Yesus adalah Tuhan dari orang yang hidup dan yang mati. Oleh  karena itu bersukacitalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...