23/03/17




Hakim
Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
Yesaya 11:4

Hakim bertugas untuk menentukan seseorang benar atau salah. Allah adalah Hakim Agung segala hakim yang ada di muka bumi ini. Seorang Hakim harus menjatuhkan keadilan bagi mereka yang berperkara. Keadilan maknanya adalah memberikan kepada orang apa yang menjadi haknya. Bagi orang yang bersalah, haknya adalah penghukuman, sementara orang tidak salah, haknya adalah dibenarkan.

Nas kita berbicara tentang Raja Damai akan menjatuhkan ketetapan kepada orang lemah dan orang tertindas. Apakah haknya orang lemah dan orang tertindas? Haknya ialah mendapatkan pertolongan. Haknya ini dijamin oleh Raja Damai yang akan memerintah kekal untuk selama-lamanya.

Dari sudut pandang keberadaan kita sekarang, maka kita dapat mengatakan bahwa pada hakekatnya kita ini adalah kelompok yang lemah. Kita pun berada dalam kelompok tertindas oleh karena keberdosaan kita. Kita tidak dapat menolak keberdosaan kita. Rasul Paulus mengatakan: yang baik itu ada pada diri saya, tetapi aku tidak melakukan apa yang baik, melainkan apa yang tidak kukehendaki, yakni yang aku lakukan. Paulus pada akhirnya ia berkata: Wai aku yang celaka, siapakah yang dapat melepaskan aku dari tubuh maut ini?.

Untuk seruan seperti itu, Raja Damai menjatuhkan keputusan-Nya. Kita dibenarkan oleh karena iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Ini adalah satu keputusan yang sungguh jujur. Namun Raja Damai itu pun akan menjatuhkan penghukuman bagi orang fasik. Sebagaimana kita mengakuinya dalam pengakuan iman, yang kita ucapkan setiap Minggu. Yesus akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Jika kita katakan bahwa kita adalah orang yang mengikut Yesus, maka kita pun seharusnya terpanggil untuk mengutarakan keadilan bagi orang lemah dan yang tertindas. Di  negeri ini ada banyak orang yang lemah secara ekonomi, lemah secara pengaruh, dan bahkan tertindas dalam hak azazi. Tidakkah kita melihat adanya tekanan  bagi orang beragama tertentu di negeri ini. Susahnya untuk mendirikan tempat ibadah adalah salah satu tindasan yang kita alami di negeri ini.

Kita juga melihat orang Kristen yang menindas orang lemah secara ekonomi dengan rentenir yang banyak dilakoni orang Kristen. Ada seorang mahasiswa sekolah tinggi teologia membuat penelitian di beberapa tempat secara random. Di tempat tempat dimana kemiskinan sangat kental, orang Kristen terkenal sebagai orang rentenir. Tidakkah hal itu sebuah kabar buruk bagi kekristenan? Tuhan akan menghukum orang fasik yang tidak meniru perjalanan hidup yang sudah dirintisnya lebih dahulu, yakni jalan salib. Apakah saudara berjalan di jalan salib?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...