10/03/17

Ranah Roh

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
II Korintus 3:17

Manusia pada hakekatnya di disain menjadi manusia rohani. Paulus menyebut anak bimbingnya sebagai seorang manusia Allah. Cf I Tim 6:11. Dalam surat kepada Jemaat di Korintus pun Paulus mengatakan bahwa manusia punya tubuh jasmani dan tubuh surgawi. I Kor 15: 40. Tubuh surgawi itu dapat kita lihat di dalam tubuh Yesus yang bangkit dari antara orang mati. Ia punya tubuh yang dapat disentuh, tetapi hakekatnya tidak sama dengan tubuh para rasul pada waktu itu. Buktinya tubuh itu tidak lagi dibatasi ruang dan waktu, sebagaimana tubuh jasmani.

Nas kita dilatarbelakangi percakapan Paulus yang memberi penjelasan tentang Musa yang menutupi wajahnya, tatkala turun dari Gunung Sinai, wajahnya pada mulanya bersinar. Tetapi lama lama sinar itu pudar, maka Musa menutup wajahnya agar tidak terlihat sinarnya sudah mulai pudar. Selubung itu pun ditafsirkan Paulus sebagai wujud dari tertutupnya pemahaman orang Israel atas tertutup sehingga tidak melihat kebenaran di dalam Injil Yesus Kristus.

Dengan perkataan lain, Paulus mau mengingatkan kita, bahwa Yahudi masih berada di ranah hukum Taurat, sementara orang percaya kepada Tuhan Yesus, sekarang sudah berada di ranah ‘Roh’. Jika orang berada di ranah hukum, maka orang itu tidak lagi merdeka. Sebab hukum senantiasa mengacam dengan menjatuhkan sanksi. Sementara orang yang berada di ranah hukum, Paulus katakan, mereka tidak lagi di dalam penghukuman. Rom 8:1.

Tuhan ada bersama dengan bangsa Israel di Gunung Sinai, tetapi Ia datang untuk memberikan hukum bagi orang Israel. Jika mereka menaati hukum itu, maka mereka akan diberkati. Namun jika mereka tidak menaatinya, mereka akan dihukum. Sekarang di dalam Kristus, dimana kita sudah berada di ranah ‘Roh’, kemerdekaan adalah aura yang ada di dalamnya. Sekarang kita disertai Allah melalui Roh Kudus. Ia datang bukan dalam rangka penghukuman, tetapi hendak membawa kemerdekaan.

Hal itu disuarakan Paulus dalam nas yang mengikuti nas bacaan kita pada pagi hari ini. Paulus mengatakan: “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dalam kemuliaan yang semakin besar.” III Kor3:18.

Jika wajah Musa yang bersinar semakin lama semakin pudar, lain dengan diri kita karena Yesus Kristus. Wajah kita akan semakin memancarkan terang ilahi yang membuat kita serupa dengan Kristus di dalam kemuliaan yang semakin besar. Itulah produk dari ranah ‘Roh.” Sebuah pertanyaan yang perlu diajukan kepada kita masing masing ialah: saudara dan saya berada di ranah mana? Di ranah hukum sama seperti orang Yahudi, juga orang muslim pun berada di ranah seperti itu dengan syariatnya. Ataukah saudara dan saya berada di ranah ‘Roh’ yang membuat saudara dan saya menjadi orang merdeka dan dalam kemuliaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...