26/03/17

Penjaga




Penjaga

Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
Mazmur 121:3

Di zaman dahulu kala, di sirael kunon, kota kota senantiasa dibentengi, agar dapat terhindar dari serangan musuh. Di tiap sudut benteng ada dibuat menara jaga. Tuganya ialah mengamat-amati, entah ada musuh yang datang dari jauh. Jika ia melihat musuh datang, maka ia harus memberitahukan tanda bahaya. Agar penduduk yang ada di luar benteng, segera masuk ke dalam benteng, agar dia selamat. Jika penjaga tidur pada hal musuh sudah datang, dan tidak membunyikan bahaya, maka penduduk yang mati di luar benteng menjadi tanggung jawab dari penjaga.

Allah Yahweh adalah penjaga bagi Israel. Ia pernah tertidur, tatkala ia menjaga orang-orang peziarah yang berniat untuk  berziarah ke Yerusalem. Di tengah perjalanan mereka bisa bermalam dan menugaskan orang untuk berjaga-jaga. Tetapi mereka lebih percaya pada Allah Israel yang akan menjaga mereka dari segala mara bahaya. Para perampok di tengah jalan tidak akan menyusahkan mereka, sebab Allah bertugas untuk menjaga umat-Nya dari segala macam marabahaya.

Allah Israel tidak hanya menjaga Israel yang sedang berjalan menuju Yerusalem untuk berziarah dari serangan musuh dari luar. Ia juga menjaga orang Israel dari kelelahan secara fisik. Pemazmur mengatakan bahwa Tuhan takkan membiarkan kakimu goyah. Perjalanan panjang membutuhkan kaki yang kokoh untuk menjalani perjalanan tersebut. Tidak ada orang Israel yang jatuh di perjalanan dan tidak dapat meneruskan niatnya untuk berziarah ke Yerusalem, oleh karena kelelahan secara fisik. Hal itu mungkin karena Tuhan menjaga mereka dari kelelahan fisik tersebut.

Sekarang bagaimana dengan kita orang percaya. Rasul Paulus mengatakan: “Karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, ‘Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata’ maka kami juga berkata-kata.” II Kor 4:13 Pemazmur berkata-kata, maka Paulus pun berkata-kata karena memiliki iman yang sama. Kita pun juga dapat berkata-kata, karena kita memiliki iman yang sama. Allah Bapa di dalam Yesus Kristus Tuhan kita, itulah penjaga kita. Ia tidak akan membiarkan kita tidak berhasil masuk ke dalam tujuan iman kita, yakni masuk ke dalam keselamatan yang kekal di dalam Tuhan  Yesus. Kita pasti sampai ke surga kelak.

Tuhan akan menjaga kita dari serangan musuh yang datang dari luar diri kita, tetapi juga serangan musuh yang datang dari dalam diri kita, dengan memakai manusia lama kita yang jatuh di dalam dosa. Itulah sebabnya Paulus dengan sungguh lantang mengatakan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada di dalam Kristus Yesus. Cf Roma 8:39.

Tidak ada ajaran agama lain dari Kristen yang mengajarkan bahwa Allah yang mereka sembah adalah Allah yang menjamin bahwa umat-Nya Dia yang jaga dan memastikan bahwa mereka akan sampai ke dalam tujuan iman mereka kepada-Nya. Allah Bapa di dalam Yesus Kristus sajalah yang menjanjikan demikian. Penulis surat Iberani mengutarakan hal tersebut: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engaku dan Aku sekali–kali tidak akan meninggalkan engkau.” Berbahagilah yang percaya kepada Allah Bapa di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...