15/03/17




Sempurna

Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
I Korintus 13:12

Pada zaman Paulus masih hidup, dunia belum menemukan cermin seperti yang kita miliki sekarang ini. Jika orang bercermin, mereka memakai logam tembaga yang dipoles sehingga licin, atau bercermin di air. Oleh karena itu, rupa yang ditampakkan oleh cermin pada waktu itu, tidak sejelas cermin sekarang ini. Wajah yang nampak di cermin itu, masih samar-samar.

Keselamatan yang kita terima di dalam Kristus pun sama seperti gambar yang dimunculkan oleh cermin di zaman dahulu itu. Sekarang kita sudah tahu persis bahwa kita ini adalah anak anak Allah. Tetapi belum nyata keadaan kita kelak, akan tetapi kita tahu bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Cf I Yoh 3:2.

Paulus memberi jaminan kepada kita, bahwa nanti akan tiba waktunya kita akan bertemu muka dengan muka, sehingga tidak akan ada lagi yang tersembunyi bagi kita. Paulus mengatakan bahwa keberadaan kita sekarang ini di dunia ini, dilihat dari sudut pandang Allah, diibaratkan dengan keberadaan seorang anak kecil. Ada banyak  hal dalam kehidupan seorang anak yang tidak dapat dimengertinya, oleh karena keterbatasan pandangan. Cakrawala persepsinya masih sangat sempit. Namun sejalan dengan pertumbuhannya, ia semakin mengerti kehidupan yang di hadapinya. Sama seperti itulah keberadaan orang beriman di hadapan Allah.

Tatkala kita  kelak sudah sampai ke surga, kita akan sampai kepada kesempurnaan. Kita akan melihat keadaan itu sebagaimana seharusnya. Paulus mengatakan dengan ungkapan, memandang muka dengan muka. Kita akan mengenal keberadaan kita, sebagaimana Allah mengenal keberadaan kita. Kita akan dapat melihat semua masalah dalam dimensi pandangan Allah.

Manusia diciptakan Allah segambar dengan Dia. Malaikat sekali pun adalah mahluk surgawi dan kudus, tetapi ia tetap lebih rendah dari pada manusia yang diciptakan segambar dengan Allah. Jaminan akan keberadaan yang sempurna itu ialah: Yesus Kristus sendiri. Ia adalah manuisa seratus persen, manusia yang hidup seturut kehendak Allah. Ia adalah Adam kedua yang meminpin totalitas manusia yang berada dalam kehendak Allah. Kita dibuat serupa dengan Dia.

Rasul Yohanes mengatakan di dalam suratnya yang pertama: “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” I Yoh 2:6. Nas ini mengatakan bahwa mereka yang menyebut dirinya Kristen, maka ia wajib hidup seperti Kristus telah hidup. Agar kita dimampukan untuk hidup seperti Kristus, maka Roh Kudus diberikan kepada kita, agar kita memang sama seperti Kristus.

Jadi teringat syair nyanyian Gereja di HKBP: “Lam tu rimpasna tudos tu Ho, togu ma ahu pasolhot tu Ho, Ho disorminhon parulanki, sasada Ho ma hasiholanki. Semakin sempurna, mirip seperti engkau, tariklah aku semakin dekat dengan Diaku, engkau  dicerminkan perbuatanku, hanya engkau sajalah kerinduanku. Apakah hal itu mencerminkan kehidupan saudara dan saya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...