21/03/17




Maklumat

Betapa besarnya tanda-tanda-Nya dan betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya! Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang kekal dan pemerintahan-Nya turun-temurun!
Daniel 4:3

Raja Nebukadnezar pada zamannya adalah seorang raja di raja dan tuan dari segala tuan. Ia meninggikan dirinya sebagai orang yang paling mulia di dunia ini. Namun pada gilirannya ia direndahkan dan bertindak seperti binatang. Ia berjalan dengan kedua kaki serta kedua tangannya, sama seperti yang dilakukan oleh para binatang. Untuk dia yang  meninggikan diri di atas segala yang ada, Allah Yang Mahatinggi pun menghukum dia dan kehilangan segala kemuliaan yang ada padanya.

Tuhan Allah memaklumkan bahwa akan tiba saatnya bagi Nebukdnezar akan direndahkan. Bermula di satu malam, ia melihat keindahan kota Babel yang sudah dibangunnya. Pada waktu itu kata ahli sejarah, ada taman gantung di Babel yang dirancang atas perintah Raja Nebukadnezar. Taman Gantung di Babel itu kata orang termasuk dari salah satu keajaiban dunia. Nebukadnezar berkata: “Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan.” Belum habis raja mengungkapkan perkataan itu, terdegar maklumat dari surga bahwa kerajaan itu telah beralih dari dirinya. Ia menjadi gila.

Nebukadnezar mau meninggikan dirinya sendiri setara dengan Allah. Oleh karena itu ia direndahkan menjadi setara dengan hewan. Ini satu pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Sekarang ini ada banyak orang yang meninggikan diri dengan apa yang ada pada dirinya sendiri. Orang berkata di dalam hatinya: “Oleh karena akulah maka semua ini ada, semua itu aku kerjakan untuk diriku sendiri dan demi memuliakan diri sendiri.” Ada juga orang mengatakan: “Jikalau bukan aku, maka engkau tidak akan mendapatkan kedudukan sekarang ini. Akulah yang membuat engkau sukses di dalam hidupmu.”

Ada banyak orang yang bertindak sama seperti Nebukadnezar. Sama seperti yang dialami Nebukadnezar, orang itu pun akan direndahkan di hadapan Allah. Mereka disetarakan dengan binatang. Sementara binatang diciptakan untuk dibantai menjadi makanan bagi orang. Kebinasaan adalah bagian dari mereka yang meninggikan diri di hadapan Allah.

Nebukadnezar tidak sadar bahwa kerajaannya yang begitu besar, adalah pemberian Allah kepadanya. Namun ia tidak meninggikan Allah, lalu datanglah orang kudus yang menggulingkan batu ke atas kerajaannya, sehingga kerajaannya terpecah. Orang kudus itulah yang akan menggantikan Raja Nebukadnezar sebagai raja di raja yang akan memerintah untuk selama-lamanya. Orang kudus itu adalah Mesias Israel yang kita kenal di dalam diri Yesus Kristus. Yesus menyebut dirinya Anak Manusia. Kepadanya orang akan tunduk dan mengaku Dia sebagai Tuhan dan Raja.

Sebuah pertanyaan perlu diajukan kepada diri kita sendiri: adakah kita mengaku bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah pemberian Allah, atau kita merasa semua itu murni adalah karena usaha kita. Jika tidak ada pengakuan bahwa semuanya itu adalah kasih karunia Allah, maka pengalaman Nebukadnezar pun akan dikenakan kepada kita pada waktunya. Itu sesuatu yang pasti, karena firman Allah mengatakannya demikian. Tatkala Nebukadnezar berpaling kepada Allah, maka kerajaan itu pun dikembalikan padanya. Hal yang sama pun akan kita dapatkan juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Allah

  Rumah Allah Ibrani 3:6 Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhi...